Batu yang Bisa Berjalan

Dalam ilmu pengetahuan yang selama ini kita pelajari, batu digolongkan sebagai benda yang tidak memiliki tanda kehidupan (benda anorganik), karena batu tidak bisa bergerak, tidak dapat beranak cucu turun-temurun. Namun di lembah mati Amerika Serikat, pada sebuah jalan yang terbentuk dari danau yang telah kering, banyak sekali dijumpai batu-batu yang bisa bergerak sendiri. Batu-batu yang bisa bergerak tersebut besar kecilnya tidak sama, arah perjalanannya pun berbeda, ada yang lurus, ada yang menikung, bahkan ada yang bisa berputar. Anehnya lagi, semua jalan yang telah dilalui oleh batu-batu tersebut meninggalkan jejak di setiap jalurnya yang bisa kita lihat dengan jelas.

Oleh karena batu-batu yang bisa bergerak ini merupakan batu yang berbentuk agak besar, maka bisa membuat orang menerka bahwa mungkin saja batu ini meluncur karena gravitasi bumi. Namun, jawabannya tersebut tidaklah tepat karena permukaan bumi tempat ini datar, dan lagi pula ada beberapa yang semula sangat berdekatan setelah beberapa waktu saling berpisah. Juga ada orang yang mengamati secara terus-menerus selama beberapa hari dan melihat pengalihan atau gerakan batu ini tidaklah saling menabrak. Pada tahun 1976, setelah Profesor Ilmu Geologi Institut Ilmu Pasti dan Alam, California, USA mengamati jejak pergerakan batu, kemudian memilih 30 bentuk batu yang besar kecilnya berbeda, mendapatkan bahwa selain masih terdapat 2 batu yang tetap berada pada posisinya,sisa yang lainnya telah berpindah dari posisinya semula. Pertanyaannya, kenapa batu bisa bergerak dengan sendirinya? Boleh dikatakan hingga kini, dalam bidang ilmu pengetahuan hal itu masih tetap merupakan sebuah misteri yang belum terpecahkan. Sebetulnya, batu yang bisa berjalan bukan hanya terdapat di lembah mati saja. Pada awal abad ke-7, di sebuah danau sebelah timur laut bekas negara Uni Soviet, ada orang yang melihat sebuah batu biru raksasa yang bisa menggerakkan posisinya sendiri. Diameter batu itu sekitar 1,5 meter dan beratnya mencapai beberapa ton. Pada awalnya, orang-orang pernah memindahkan dan memsukkannya ke dalam sebuah lubang yang besar di sekitar area tersebut. Namun, beberapa puluh tahun kemudian, batu raksasa ini bergerak hingga ke atas pinggiran lubang besar itu.

Dan pada tahun 1785 di musim dingin, tanpa disengaja penduduk setempat menggerakkannya di atas permukaan es sehingga menyebabkan batu itu tenggelam ke dasar danau. Anehnya, pada tahun 1840, batu raksasa ini sudah bersandar di pinggir danau itu. Belum lama ini, ia bergerak lagi menuju ke bagian selatan beberapa kilometer. Batu berasal dari bumi, sejak dahulu kala hingga sekarang setiap bangsa menganggap bumi sebagai induk dari segala benda. Jika beberapa batu yang bisa bergerak ini merupakan duta yang diutus oleh induk bumi, untuk memberitahu kepada kita bahwa batu merupakan benda hidup dan memiliki inteligen, maka bukankah kita harus lebih menyayangi bumi?

 

(Sumber: Da Ji Yuan, Edisi 40)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s