Siapa Bilang Dipromosi Itu Sulit?

Kita semua tahu jika kebanyakan karyawan tidak pernah dipromosikan. Ada pula yang jarang. Tetapi kita juga tahu jika ada orang-orang yang sering  mendapatkan promosi. Tentu saja, orang yang termasuk kelompok ketiga adalah mereka yang langka. Anda, termasuk kedalam kelompok yang mana? Jika Anda belum termasuk kelompok yang ketiga itu, maka ada baiknya Anda mengetahui beberapa faktor penting yang menyebabkan mengapa mereka bisa mudah mendapatkan promosi.
Saya beruntung karena termasuk kelompok orang-orang yang langka itu. Bahkan, pernah sampai belum genap 6 bulan menangani suatu jabatan baru sudah ditawari lagi untuk menangani posisi lainnya. Semua itu berakhir ketika saya berkomitmen untuk mengejar mimpi saya sendiri, dan saya harus mengatakan;”maaf, ini saaatnya untuk mengejar mimpi-mimpi pribadi saya sendiri. So let me say a good bye…”  Beruntungkah saya dan orang-orang yang seperti saya lainnya? Mungkin iya. Tetapi, kelihatannya itu bukanlah seluruhnya soal keberuntungan. Ada sesuatu yang kami kondisikan sehingga kami mendapatkan kesempatan yang lebih besar dari kebanyakan karyawan lainnnya. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar bagaimana memperbesar peluang untuk mendapatkan promosi dalam pekerjaan; saya ajak untuk memulainya dengan mempraktekkan 5 pemahaman Natural Intelligence berikut ini:
1.      Tebuslah kelangkaan dengan kelangkaan lagi. Jabatan yang lebih tinggi itu jumlahnya hanya sedikit alias langka. Maka untuk mendapatkannya Anda juga harus menjadi orang yang langka. Caranya? Jika jabatan yang lebih tinggi itu membutuhkan keterampilan yang tinggi, maka Anda harus memiliki keterampilan yang tinggi. Jika jabatan itu memerlukan kemampuan komunikasi yang tinggi, maka Anda harus memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi. Jika jabatan tinggi itu membutuhkan keteladanan yang baik, maka Anda harus terlebih dahulu menunjukkan keteladanan. Jika jabatan yang tinggi itu butuh kemampuan memimpin yang solid, maka Anda harus memastikan bahwa diri Anda memiliki kemampuan memimpin yang juga solid. Jika Anda mampu ‘menyamakan diri’ dengan jabatan yang Anda inginkan itu, maka cepat atau lambat; para pengambil keputusan di perusahaan Anda tahu bahwa Anda, adalah orang yang pantang mendapatkan jabatan itu. Karena Anda, telah berhasil menebuh kelangkaan dengan kelangkaan juga.
2.      Bersikaplah proaktif terhadap penugasan yang sulit. Keliru, jika kita mengira bahwa jabatan yang lebih tinggi selalu berarti kenikmatan yang lebih tinggi. Beberapa jabatan menyebabkan Anda naik gaji, tapi sekaligus kehilangan tunjangan tertentu sehingga boleh jadi take home pay Anda menurun. Beberapa jabatan lebih tinggi bisa jadi menyebabkan Anda bekerja lebih berat dan lebih lama. Beberapa jabatan yang lebih tinggi itu boleh jadi memposisikan diri Anda pada situasi yang lebih tidak nyaman. Faktanya, promosi jabatan tidak selalu soal ‘tempat yang lebih enak’. Syukur jika demikian, namun jika untuk pengembangan karir jangka panjang Anda harus sedikit perih, maka saran saya persiapkanlah diri Anda untuk menikmati perih itu. Caranya? Jangan biarkan keadaan memaksa Anda untuk menjalani perih itu. Sebaliknya, bawalah diri Anda untuk secara proaktif menyongsongnya. Mengapa? Karena dengan sikap proaktif itu, Anda membawa serta seluruh jiwa raga Anda secara suka rela. Dengan begitu, Anda  bisa lebih ringan hati dalam menjalaninya.
3.      Bangunlah hubungan baik dengan atasan. Setiap promosi jabatan selalu melibatkan atasan Anda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun bukan atasan Anda yang mempromosikan karena keterbatasan otoritas mereka, namun satu hal yang pasti; atasan Anda akan ditanya mengenai ‘kualitas kerja’ Anda. Kualitas kerja tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian tugas secara teknis, melainkan juga aspek-aspek lainnya dalam pekerjaan. Membangun hubungan yang baik dengan atasan itu tidak pernah membuat diri Anda kecewa lho. Bahkan boleh jadi, hubungan itu bisa semakin melapangkan jalan menuju promosi jabatan Anda. Hanya ada satu kondisi dimana Anda boleh membangkang kepada atasan Anda. Kondisi seperti apakah itu? Ketika atasan Anda memerintahkan Anda untuk melakukan hal-hal nista. Atasan Anda tidak memerintahkan hal-hal nista bukan? Maka bersikap koperatiflah dengan atasan Anda.  Karena sikap koperatif Anda bisa menjadi landasan terbangunnya hubungan yang baik dengan atasan.
4.      Bangunlah hubungan baik dengan departemen lain. Jabatan yang lebih tinggi itu kadang-kadang berada di departemen yang berbeda. Mungkin di departemen Anda tidak ada lowongan posisi yang lebih tinggi, padahal Anda sudah memiliki kualitas yang tinggi. Apakah Anda akan menunggu sampai jabatan itu ada, atau Anda bersedia untuk ‘menjelajah’ ke departemen yang berbeda? Jika Anda memilih alternatif kedua, maka itu berarti Anda harus berlatih menikmati perubahan suasana, budaya, serta kebiasaan belajar Anda. Hal paling alami dalam melakukannya adalah dengan membiasakan diri untuk bergaul dan berinteraksi dengan kolega-kolega Anda di departemen lain. Biarkan diri Anda terekspos disana. Lebih baik lagi jika Anda bersedia terlibat dalam proyek-proyek mereka. ‘Perlihatkanlah’ kualitas diri Anda kepada penangambil keputusan di departemen itu. Saya jamin; Anda akan masuk kedalam ‘radar’ talenta mereka.
5.      Berpikir – bertindak – beperilaku layaknya pemegang jabatan yang Anda incar. Jika Anda ingin menjadi seorang manager misalnya, maka Anda harus terlebih dahulu memperlihatkan bahwa Anda memiliki kualitas pemikiran sekelas seorang manager. Bertindaklah sekualitas manager, dan bersikaplah layaknya seorang manager yang hebat. Lho, tapi kan sekarang saya belum menjadi manager? Justru sebelum menjadi managerlah Anda harus membangun kemampuan itu. Karena jika Anda sudah terlanjur menjadi manager padahal belum mampu untuk itu, maka Anda akan menjadi bahan tertawaan anak buah Anda. Tetapi jika sebelum menjadi manager Anda sudah membuktikan ‘kualitas manager’ dalam diri Anda, maka semua orang juga tahu jika Anda memang pantas untuk mendapatkan jabatan itu. Ingin menjadi direktur? Hmmmh, caranya juga sama saja. Berpikir, bertindak, dan berperilakulah sekelas seorang direktur. Cepat atau lambat juga Anda akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi direktur.
Banyak orang yang berangan-angan untuk mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. Tetapi mereka membiarkan kualitas dirinya biasa-biasa saja. Mereka memperlihatkan perilaku negatif terhadap penugasan atau kebijakan perusahaan. Mereka juga tidak koperatif dengan atasannya. Enggan pula untuk berkolaborasi dengan kolega di departemen lain. Karyawan seperti ini laksana punguk merindukan bulan. Saya mengajak Anda yang ingin dipromosi untuk menggunakan teknik yang saya tawarkan diatas. Jika Anda berhasil untuk melakukannya, maka Anda akan mendapatkan  lebih banyak kesempatan untuk dipromosikan. Jadi, siapa bilang dipromosi itu sulit?

http://www.dadangkadarusman.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s